Mei 21, 2009

Knowing, Bisikan Kiamat


BAGAIMANA rasanya bila Anda bisa melihat apa yang tak terekam di mata orang lain, mendengar yang tidak didengar orang lain dan merasakan apa yang tidak dirasakan orang lain? Anda merasa sesuatu akan terjadi, tapi Anda tidak tahu itu apa. Apakah itu sixth sense atau halusinasi belaka?

Gadis sekolah dasar di Massachusetts, pada tahun 1959, bernama Lucinda Embry, buta tentang masa depan. Namun dialah kunci prediksi kehancuran bumi alias kiamat.

Lucinda dikenal sebagai murid yang misterius, tampangnya menyedihkan, muram dan tak banyak bicara. Sosok terasing di kelas. Namun, dia punya rahasia yang membuat seluruh hidupnya penuh tanda tanya.

Suatu hari, sekolah Lucinda mengadakan acara mengubur sebuah kapsul waktu. Kapsul yang akan dibuka kembali 50 tahun kemudian itu penuh dengan amplop. Dalam amplop-amplop itu berisi gambar anak-anak era 50-an tentang masa depan.

Anehnya, bukan gambar yang dicoretkan Lucinda dalam kertas, melainkan angka acak. Dia menuliskan angka-angka dengan sangat cepat, sampai-sampai gurunya, Ms Taylor, merampas kertas itu. Jangan salah! Bukannya Lucinda maniak angka, dia hanya menulis menuruti bisikan-bisikan di telinganya yang tak terdengar orang lain.

Saat penguburan kapsul waktu, Lucinda tiba-tiba lenyap. Dia menghilang. Semua orang mencarinya. Petugas sekolah pun dikerahkan. Ms Taylor akhirnya menemukan Lucinda. Gadis kecil itu berada di lemari dalam kondisi mengenaskan, jemarinya berlumuran darah.

Tahun 2009, saatnya kapsul waktu diangkat dari kubur. Semua murid saling berebut amplop. Caleb, salah satu murid, mendapat amplop milik Lucinda. Awalnya, ayah Caleb, John Koestler menilai amplop itu hanya keisengan anak-anak masa lalu. Namun, Caleb coba meyakinkan, amplop itu mungkin saja berguna. Penasaran, John yang berprofesi sebagai seorang profesor itu kemudian menelaah setiap digit acak yang tertera dalam kertas tua tersebut.

Mengandalkan googling, John sadar angka-angka itu bukan angka biasa. Angka-angka itu tepat merujuk pada sejumlah tragedi yang memakan korban luar biasa, termasuk peristiwa naas yang merenggut istrinya, ibunda Caleb, hingga membuat John tidak percaya Tuhan.

Setelah hari itu, kehidupan ayah-anak tersebut berubah. Tinggal tiga musibah yang belum terjadi pada 2009. Bagaimana John mengatasi keadaan ini? Sementara Caleb yang tuna rungu sejak lahir harus mendengar bisikan-bisikan, sebagaimana yang didengar Lucinda. John khawatir sekaligus ketakutan, Caleb bakal jadi korban angka berikutnya. Tapi dia tidak mungkin melepaskan diri dari takdir ini. Setelah berjuang sekuat tenaga, menelusuri musibah serta menyusuri kembali jejak Lucinda Embry, John mendapatkan jawaban.

Knowing adalah sebuah novel karya Ryne Douglas Pearson, yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk film di bawah arahan sutradara Alex Proyas. Film yang dirilis kali pertama pada 20 Maret 2009, ini akrab dengan nuansa thriller yang cukup suram. Boleh dibilang, hampir semua penokohan dalam cerita menguras emosi dan kegelisahan.

Inti dari pesan yang ingin disampaikan penulis agaknya tidak jauh beda dari film The Eye. Namun, film yang dibintangi Nicolas Cage ini unggul di tingkat kedalaman kisah. Betapa tidak, Pearson berani mengangkat sisi spiritualitas yang selama ini identik dengan dunia Timur. Dia menggabungkannya dengan derajat ilmiah, teknologi, dan pola pikir realistis ala dunia Barat. Tapi, Knowing bukanlah film hantu.

Pearson sukses menyelundupkan ide sekaligus mendekonstruksi kebenaran tentang sejarah penciptaan alam semesta. Estetika berpikir penulis seakan membongkar paksa pemahaman individu terhadap realita dan kebenaran sejarah peradaban. Bahwa semua yang terjadi di dunia sudah tertulis, tercatat rapi: yang lahir, yang mati, yang datang dan yang pergi. Dan hanya 'yang terpilih'-lah yang akan menciptakan generasi baru setelah memakan buah Khuldi.

Anda boleh percaya, boleh pula tidak. Karena ini cuma film, hanya cerita: rekonstruksi dari konstruksi atas realitas, yang bisa jadi Anda yakini, bisa pula tidak.

Pemain:
Nicholas Cage
Rose Byrne
Chandler Canterbury
Lara Robinson
Ben Mendelsohn

Sutradara:
Alex Proyas

Penulis:
Alex Proyas. (ang)

Mei 16, 2009

Terry: Gelar Gerrard Harusnya untuk Lampard


LONDON, KOMPAS.com - Kapten Chelsea, John Terry menilai, Steven Gerrard tak pantas mendapatkan gelar Football Writers’ Player of the Year (pemain terbaik tahun ini versi wartawan sepak bola). Gelar itu sepantasnya diberikan kepada rekannya, Frank Lampard.

Gerrard meraih gelar itu setelah mendapat pemilih terbanyak dari para wartawan sepak bola. Tempat kedua diduduki Ryan Giggs, baru disusul Wayne Rooney yang keduanya dari Manchester United.

Gerrard memang tampil menawan di musim ini. Dia menunjukkan pengaruh besar dalam permainan Liverpool dan sejauh ini sudah mengemas 15 gol. Namun, menurut Terry, Lampard lebih berpengaruh dan tampil bagus bersama Chelsea musim ini.

"Jujur saja, aku kaget Lampard tak terpilih dalam pemberian gelar itu. Nemanja Vidic juga bermain bagus musim ini. Tapi, dia punya cacat saat melawan Liverpool," jelas Terry.

"Sudah enam tahun aku bermain bersama Lampard. Dia mencetak rata-rata 20 gol di setiap musim. Untuk seorang gelandang, itu prestasi yang sulit dipercaya," tambahnya.

Terry menambahkan, "Jamie Carragher (Liveprool) mungkin akan mengatakan kepada Anda bahwa Steven Gerrard layak dan berhak atas penghargaan itu. Tapi, bagiku, melihat hari-hari Lampard dan apa yang dia berikan kepada klub, dia pantas meraih gelar itu. Setidaknya, dia masuk tiga besar." (STT)

Tertawa Yang Sehat

Obat Paling Manjur

Para peneliti telah mempelajari efek tertawa terhadap manusia selama berpuluh-puluh tahun. Kasus seorang editor Saturday Review, Norman Cousins, yang tidak juga meninggal hingga tahun 1990 setelah menderita penyakit sumsum tulang belakang kronis pada tahun 1960-an, menarik perhatian para ilmuwan pada penerapan terapi humor. Ketika dokter pribadinya tidak mampu menolongnya dari rasa sakit yang luar biasa di punggungnya, Cousins membuat resep yang berbeda dari biasanya: dia menghabiskan waktu seharian untuk menonton film komedi kasar dan membaca buku-buku humor. Hasilnya sangat menakjubkan: setelah beberapa bulan, Cousins menyatakan bahwa dia sudah bebas dari rasa sakit.

Salah satu pendiri fakultas gelotologi ("gelos" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tawa"), William F. Fry, sorang profesor Universitas Stanford, juga melakukan penelitian terhadap dirinya sendiri di awal tahun 1960-an. Dia mengambil contoh darah dalam jangka waktu yang rutin sambil menonton "Laurel and Hardy" dan film-film komedi lainnya, lalu menganalisanya. Dia mendapatkan bahwa tawa mempertinggi aktivitas sistem sel kekebalan tubuh yang berfungsi untuk membasmi penyakit-penyakit menular.

Sejak saat itu, ilmu pengetahuan yang menyenangkan menjadi disiplin ilmu yang diakui. Para peneliti seperti Lee S. Berk dari Universitas Loma Linda, ahli imunologi, telah melakukan beberapa studi klinis yang membuktikan perubahan-perubahan fisiologis berikut saat kita tertawa:

- Kelenjar di bawah otak bisa mengeluarkan racun yang menekan rasa sakit.
- Produksi sel kekebalan tubuh meningkat.
- Tingkat kelenjar hormon kortison yang meningkat secara
terus-menerus saat seseorang mengalami stres dan yang menekan sistem kekebalan tubuh, berangsur-angsur berkurang. - Tingkat hormon adrenalin yang menyebabkan hipertensi dan gagal jantung menurun.
- Tingkat antibodi dalam darah dan air liur meningkat.
- Jumlah sel pembunuh alami meningkat sehingga mempercepat respons
antikanker alami dalam tubuh.

Para ahli lain sudah menemukan pentingnya kesehatan dalam hal yang tak lazim, khususnya Michael Christensen, wakil pendiri Big Apple Circus di New York. Saat pertama kali dia mulai memerankan "badut yang menjadi dokter", dia hampir tidak membayangkan betapa suksesnya penampilannya itu. Kini, sirkus Clown Care ini mempekerjakan lebih dari sembilan puluh pelawak yang didandani seperti dokter yang mengunjungi ruang perawatan anak di rumah sakit-rumah sakit di New York, Boston, dan kota-kota lainnya. Misi mereka adalah menggunakan lelucon untuk membuat hidup menjadi lebih menyenangkan bagi para pasien muda yang harus tinggal di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama karena beberapa penyakit seperti kanker dan diabetes. Banyak anak-anak yang mengalami kemajuan kesehatan ketika para pelawak itu datang; interaksi yang terjalin membantu mereka bersabar menghadapi kondisi mereka.

Jadi, saat hidup Anda tidak menyenangkan, tertawalah! Jika Anda tidak bisa menemukan sumber humor, setidaknya carilah cermin dan tersenyumlah dengan diri sendiri selama beberapa saat. Meskipun hal itu tidak menghapus beban pekerjaan Anda atau menghilangkan rasa jengkel Anda pada anak-anak, dengan tersenyum pada diri sendiri, Anda bisa memperbaiki suasana hati Anda dan menjauhkan Anda dari masalah Anda, meski hanya untuk sementara. (t/Setya)

Tuhan "Tidak Pintar" Matematika

Dari judul artikel ini, sangat kontraversi. Mungkin sebelum anda membaca artikel ini, anda akan berkata artikel yang sesat !

Mari simak artikel ini. Artikel yang bagus yang saya terima dari email seorang rekan. Selamat Membaca ....

Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat menyimpulkan satu hal: Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar matematika. Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. Banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan saya ini. Sebagai seorang "fresh graduate", saya tak mungkin mengharapkan penghasilan tinggi dalam waktu sekejap.

Terlebih karena saya memegang prinsip bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah kepuasan hati. Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan yang dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu "memuaskan" idealisme saya.

Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat ini. Tapi saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota, ia mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya). Jelas saja saya kalah telak darinya.

Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak. Selama bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih dahulu lulus ketimbang dia. Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini?

Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, bahkan untuk mengirim adik ke bangku kuliah. Padahal logikanya pengeluaran saya per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya.

Lalu darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? wah, ya dari berbagai sumber. Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua tidak mungkin. Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih bisa terus hidup.

Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman. Ia mengaku kalau semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang. Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis. Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki anak, dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan uang untuk menabung.

Aneh bukan? Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1 juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi Tuhan. Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan masih sisa.

Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?

Ah, saya cuma bercanda kok. Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang kelas 2 SD lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi: MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA. Saya tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan apa yang digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira demikian:

X = Y dimana
X = pemberian Tuhan
Y = kebutuhan

Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta pun, Dia sudah "menghitung" kebutuhan kita dan menyediakan semua lewat jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga.

Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang "sukses" dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis. Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri dengan berbagai kekhawatiran sementara Dia telah menghidangkan rejeki di hadapan saya.

Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya.

God Bless U.

Air Raja Bagi Jiwa

Di sebuah kelas kimia, kami belajar bagaimana asam berpengaruh pada berbagai macam bahan lainnya. Dalam salah satu eksperimen yang kami adakan, Dosen kami memberi sebutir emas dan memberitahu kami untuk melarutkannya. Kami merendamnya semalaman didalam cairan asam paling kuat yang kami miliki, dan mencoba bermacam kombinasi asam. Kemudian, kami memberitahunya bahwa emas itu tidak larut.

Dosen tersebut tersenyum. “Saya tahu kalian tidak dapat melarutkan emas,” ujarnya, “kalian tidak memiliki asam yang mampu menyerangnya, tetapi cobalah ini.” Dia memberi kami sebuah botol dengan label “Nitromuriatic Acid (Agua Regia)” Kami menuangkan sebagian isinya ke dalam tabung yang berisi butiran emas, dan emas yang tampaknya tahan terhadap asam lainnya kali ini dengan cepat menghilang dalam “Air Raja”. Akhirnya, emas itu mampu menemukan tuan yang mampu menguasainya.

Keesokkan harinya, di kelas, Dosen itu bertanya ” Apakah kalian tahu mengapa air tersebut disebut air raja?” “Ya,” jawab kami, “karena air tersebut berkuasa atas emas yang dapat menahan segala sesuatu yang lain yang dituangkan ke atasnya.” Kemudian dia berkata, ” Anak-anak, tidak ada salahnya jika hari ini saya meluangkan waktu untuk memberitahu kalian bahwa ada satu lagi bahan yang sama yang tidak mudah dipengaruhi seperti halnya emas.Hanya ada satu bahan yang berkuasa atasnya - darah Kristus Juru Slamat, air raja bagi jiwa.”

Mei 04, 2009

memories part 2

Pujaan Hati

                         Teringat ku di waktu aku duduk diam di teras,aku teringat tentang seorang wanita yang dapat membuat hatiku damai.Sosoknya yang lugu dan pendiam membuat semua orang ingin mengenalnya,dia adalah wanita yang menurutku hamper sempurna.Karena hal itu juga yang membuatku sangat sulit melupakannya bahkan sampai hari ini aku ingin mengulang masa-masa itu.
                      Matanya yang indah penuh dengan kasih saying membuatku tak henti-henti melihatnya bahkan aku terus saja memandangnya apapun yang dia lakukan.Kakinya yang indah dihiasi sedikt rambut yang menopang tubuhnya yang sedikit pendek membuatku semakin sayang padanya.
Saat ku di dekatnya inginku untuk membelai rambutnya yang menghiasi halusnya wajahnya yang putih bersinar.Dan terkadang ingin aku memegang tanganya yang penuh kelembutan,lalu mengatakan bahwa aku sangat tulus menyayanginya.Tapi kenapa begitu susah mengatakan hal itu kepadanya.Bahkan sampai hari ini aku hanya bisa menghayal untuk melakukan hal itu.
Tapi saat kuberanikan diriku untuk mengatakan hal itu,ternyata semuanya sudah terlambat karena dia sudah dengan orang lain.Orang yang menurutku lebih pantas bersamanya dia daripada diriku yang penuh kekurangan

Mei 02, 2009

sex and the city

Single and fabulous. Keempat sahabat asal New York, Carrie (Sarah Jessica Parker), Samantha (Kim Cattrall), Charlotte (Kristin Davis), dan Miranda (Cynthia Nixon), kini tak lagi menyandang status sakral yang pernah mereka banggakan tersebut. Setidaknya, mereka tidak lagi melajang.

Charlotte sudah menikah dengan Harry (Evan Handler) dan mengadopsi seorang anak bernama Lily. Miranda mempunyai sebuah keluarga dan tinggal dengan suami dan anak laki-lakinya. Bahkan, Samantha, yang seorang petualang cinta, telah hidup bersama dengan pacarnya, Smith (Jason Lewis), selama lima tahun.

Pada saat yang sama, Carrie sedang mempersiapkan rencana besarnya untuk menikah dengan pacar lamanya, Big (Chris Noth). Mereka berdua telah berhubungan lebih dari 10 tahun. Sebuah pesta besar dipersiapkan untuk hari yang akan tak terlupakan bagi Carrie itu.

Di tengah momen bahagia, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Big tiba-tiba merasa ragu akan pernikahannya dengan Carrie. Akhirnya, dia merasa keputusan terbaik adalah membatalkan pernikahan. Meninggalkan sang pengantin wanita.

Tak hanya Carrie yang kecewa. Miranda juga dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya, Steve (David Eigenberg), berselingkuh dengan wanita lain. Sementara itu, Samantha merasa bahwa kehidupan cintanya bersama kekasihnya mulai terasa hambar.

Untuk mencoba menghilangkan kekecewaan atas Big, Carrie dan ketiga sahabatnya pergi ke Meksiko. Menempati resor yang rencananya digunakan untuk berbulan madu pasangan Carrie-Big. Berhasilkah Carrie dan ketiga sahabatnya menyelesaikan masalah masing-masing? Akankah mereka akhirnya pulang dengan membawa senyum bahagia?

Film yang diambil dari serial populer asal Amrik itu masih berkisah seputar kehidupan keempat sahabat di New York. Bedanya, kini para pemeran utamanya digambarkan sudah melalui tahapan "hura-hura" dan mulai berpikir dewasa.

Sang sutradara Michael Patrick King mengharapkan sesuatu yang berbeda bisa didapat oleh para penonton versi filmnya. Baik bagi para pencinta serial TV-nya maupun penonton baru.

"Ketika pergi ke bioskop dan menonton film, tentu Anda ingin belajar sesuatu tentang hidup, menertawakannya, atau menangis karenanya. Melalui film ini, kuharap Anda semua bisa tertawa sekaligus menangis. Film ini memiliki formula komplet. Aku ingin penonton keluar dan berkata 'Ini film yang hebat. Ada makanan pembuka, menu utama, minuman, sekaligus hidangan penutup'. Seperti itu kira-kira," ujar sutradara yang juga mengarsiteki versi serial Sex and the City tersebut.

Dari segi cerita, tak ada yang spesial dari film Sex and The City. Tak ada kejutan-kejutan berarti di dalamnya. Namun, para penonton cukup dihibur dengan celetukan-celetukan humor dewasa. Juga, ada baju-baju serta aksesori fashionable rancangan beberapa desainer ternama di tiap scene-nya, mulai Pat Field, Dior, hingga Vivienne Westwood, membuat mata jadi lebih segar.

Seperti yang dilontarkan Sarah Jessica Parker. "Salah satu kebahagiaan bermain dalam Sex and the City adalah menjadi salah satu bagian dari fashion dunia. Semua mata memperhatikanmu! pengalaman yang luar biasa," ujar Parker. (kiy/bs)

---

N1-Sex and The City

Sutradara: Michael Patrick King

Produser : Michael Patrick King, Sarah Jessica Parker, Darren Star

Pemain : Sarah Jessica Parker, Kim Cattrall, Kristin Davis, Cynthia Nixon, Chris Noth

Penulis naskah : Michael Patrick King, Candace Bushnell

Rilis : 20 June 2008

Produksi : New Line Cinema